Produk Laris Belum Tentu Untung
Hati-hati! Beberapa produk andalan Anda mungkin diam-diam menghabiskan modal Anda setiap kali terjual.

Mitos Terbesar: "Yang Penting Laku"
Banyak pengusaha UMKM terjebak pada angka omzet. Mereka bangga ketika satu produk terjual ratusan kali dalam sehari.
Mindset Salah
"Semakin banyak terjual, semakin kaya saya. Margin kecil tidak masalah karena volume besar."
Mindset Benar
"Setiap penjualan harus menutup modal, operasional, dan memberikan profit. Jika tidak, lebih baik tidak jualan produk itu."
Cara Cek Margin Per Produk (Step-by-Step)
Hitung HPP Sebenarnya
Bukan cuma harga beli dari supplier. Tambahkan packing (lakban, bubble wrap), bensin kirim, dan biaya packing karyawan.
Kurangi Potongan Marketplace/Admin
Jika jualan di Shopee/Tokopedia, kurangi biaya admin (biasanya 5-10%) dan biaya program gratis ongkir.
Bandingkan dengan Harga Jual
Jika sisanya di bawah biaya operasional bulanan (dibagi per porsi/barang), maka produk tersebut adalah Predator Margin.
3 Kesalahan Umum UMKM dalam Memantau Produk
Menyamaratakan Margin: Menganggap semua produk untung 20% padahal ada yang 50% dan ada yang -5%.
Mengabaikan Barang Rusak: Tidak menghitung produk yang kadaluwarsa atau hilang sebagai biaya pengurang profit.
Pencatatan Manual: Malas mencatat setiap pengeluaran kecil sehingga laporan akhir selalu tidak akurat. Coba lakukan audit bisnis gratis untuk melihat kesehatan toko Anda.
"Anda tidak perlu jenius matematika untuk sukses. Anda hanya perlu data yang jujur."
Temukan Produk Rugi Anda Dalam Detik
Tinggalkan cara manual yang melelahkan. Biar AI kami yang bekerja menyortir mana produk juara dan mana produk beban.
Coba Analisis AI Gratis Sekarang